Semalam di Mapinanang Mentawai

Posted: March 20, 2011 in avonturir

Kali pertama mengungjungi dusun Mapinang, Desa Bulasat Kec.Pagai Selatan
hanya bisa menyaksikan raut sedih. Kala itu dengan transportasi Nusa
Bangsa loongboat yg dioperasikan oleh GreenMusic Foundation
mendistribusikan alat filter air ke dusun tersebut. Sambutan dari mereka
sangat bersahaja dan penuh pengharapan terutama anak-anaknya, bahkan
beberapa dari teman2 sempat meneteskan airmata haru menyaksikan anak2
spontan bernyani dengan kord yg teratur. Kami yg terdiri dari teman2
GMF,Archenova dan Airputih seakan tidak ada waktu diam karena mereka
mengerumini kami dan menanyakan berbagai hal terutama yg menyangkut
bantuan logistik untuk bencana gempa dan tsunami mentawai.Saat itu bantuan
masih sangat minim dan sangat terbatas, bahkan makanan ringan seperti
biskuit belum pernah ada yg menyinggahi dusun tersebut. Begitu
terkesannya, sepanjang perjalanan pulang kami membicarakan berbagai ide,
kira2 apa yg mungkin bisa dilakukan sekedar berbagi dengan mereka.
Setelah beberapa minggu berkordinasi dengan teman2 termasuk dijakarta baik
pesonal dan istitusi akhirnya beberapa sumbangsaran dapat direalisasikan.
Perlatan dan pelengkapan film dari Yayasan Airputih, buku dari gabungan
teman2 dijakarta, kasur dan paket2 bantuan dari GMF (savementawai) melalui
#BERBAGI, sheletrbox menyiapkan tenda untuk penginapan dll, dukungan
langsung juga dilakukan teman2 secara personal dengan asal ngo yg
berbeda2.
Kini kali kedua mendatangi dusun tersebut dengan misi khusus semalam.
Mapinang. Berbagai persiapan dilakukan diantaranya membuat paket
buku,paket untuk makanan anak yg jumlahnya 80an anak, paket sembako natal
dan alat tulis menulis dr Arhenova dan pemutaran film. Hadil dr kordinasi
dengan teman2 akhirnya diputuskan untuk berangkat pada tanggan 21 Desember
2010, paket bantuan sudah beberapa hari selesai hanya saja pemberngkatan
agak mendadak karena memang situasinal sifatnya.
Selasa 21 Desember 2010, sengaja team berangkat agak siangan karena sudah
merencanakan untuk bermalam, pukul 14.00 Nusa bangsa melaju meyusuri
kep.pagai selatan dengan tujuan dusun Mapinang. 45 paket kasur,45paket
sembako natal,80 paket anak,perlengkapan cinema dan 1 unit sepeda gunung
turut serta bersama kami. Kurang lebih satu setengah jam perjalanan
ditempuh hingga mencapai dusun mapinang dengan mesin 120 PK. Tiba di dusun
mapinang, satu orang dengan kendaraan sepeda gunung berusaha
memberitahukan warga dipengungsian yg jaraknya hampi 2km dr bibir pantai.
Belum sempat mencapai pengungsian berpapasan dengan salah seorang pemuka
dusun, memberitahukan kedatangan kami serta misinya akhirnya beliau
memutuskan kembali ke pengugngsian dan memanggil warga lainnya untuk
membantu mengangkat barang dari boat kepengungsian. Tidak lama kemudian
Oasis sebuah kapal yg dioperasikan IOM singgah diperairan Mapinang yg
hendak menurunkan bantuan biskuit kurang lebih 279 dus dari WFP, pemuka
warga meminta kami untuk membagikan bantuan tersebut krn pihak wfp hanya
menurunkan dan tidak membagi per kk.
Prose pemindahan barang dari pantai ke pengunngsian memakan waktu lama,
dengan dibantu hampir seluruh warga Mapinang kecuali yg renta akhirnya
selesai juga proses pengangkutan dan pembagian pada pukul 18.30 kecuali
paket anak akan dibagikan esoh hari karena sudah gelap. Segera tim cinema
mempersiapkan layanannya, layar ditempatkan ditengah2 pengungsi, dan
langsung memutar satu judul film anak2. Sangat menghibur, sepanjang film
tersebut diputar, galak tawa anak2 renyah ditelingah, area dipadati anak2
dan orang tua mereka. Setelah satu film diputar, dengan menggunkan
mikrofon, salah seorang memperkenalkan team maksud dan tujuan berada
ditengah2 mereka. Dilanjutkan dengan film kedua dengan kategori semua
umur. Film dkomedi ini juga sangat menghibur, sebelum dicut karena hujan
sorak sorai penonton sangat meria. Sayangnya lewat dari setengah filmnya
hujan menyambangi pengungsian Mapinang. Dengan sangat terpaksa pemutaran
film dihentikan menunggu reda. Para penonton menunggu di gubuk2/tenda
pengungsian mereka hingga pukul 1 dinihari tetapi hujan tidak kunjung reda
sampai pagi.
Pagi harinya team hrs bangun lebih awal, karena informasi dr operator
loongboat hrs segera meninggalkan Mapinang paling lambat pukul 9.00 pagi
jika tdk ingin terjebak pasang surut yg akan membuat perahu kandas di
bibir pantai. Sambil membagikan paket anak dan membongkar tenda, team
sibuk mengepak barang2 bawaan yg harus dibawa pulang kesikakap. Akhirnya
perpisahanpun harus terjadi, team mengucapkan banyak terima kasih atas
sambutan yg sangat ramah dari warga mapinang dan mereka jug amenyampaikan
terima kasih tak terhinggan kepada team dan titip salam buat teman2 yg
telah membantu di Mapinang langsung atau tidak langsung.
Beberapa orang dari mereka membawakan barang bawaan team sekaligus
mengantar sampai kebibir pantai tempat boat berlabuh. Disertai hujan deras
lambaian tangan mereka perlahan2 menghilang ditelan jarak.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s