Gempa Padang Melahirkan Padang Sago Community

Posted: December 11, 2009 in Komunitas

30 September 2009, Kembali bencana dahsyat melanda Indonesia, kata orang tahun-tahun belakangan negeri ini sangat ramai oleh bencana yang datangnya beruntun. Memang ditengah kondisi-kondisi kehidupan yang carut marut keadaan ini diperparah oleh bencana yang seakan tak berujung. Bencana ini mulai dari wilayah barat indonesia, wilayah tengah dan terus sampai kewilayah timur, berputar, berkeliling Indonesia tiap waktu.Belum hilang dari ingatan bagaimana kedahsayatan gempa dan tsunamai yang melanda aceh dipenghujun tahun 2004, gempa jogja, gempa Papua, menado dan banyak lagi deretan bencana yang disebabkan gempa bumi belakangan ini. Ini belum lagi bencana lain seperti banjir bandang, kemarau panjang, gelombang pasang yang meneggelamkan kapal-kapal, puting beliung dan banyak lagi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan alam. Bahkan bencana-bencana yang sifatnya human eror dan atau ketamakan manusia, seperti kecelakaan pesawat dan korupsi semakin menjadi-jadi memperkeruh keadaan yang memang sudah caruk maruk ini.

Sehubungan dengan bencana gempa, masih segar dalam ingatan betapa saudara-saudara kita dipadang, merasakan kembali dahsayatnya bencana ini, 30 sepetember 2009 tepatnya, gedung-gedung dan infra struktur lainnya hancur berantakan. padahal belum berselang dasawarsa sebelumnya Sumatrabarat juga terkena bencana ini. Kali ini lebih dari seribu limarus korban meninggal, puluhan ribu rumah penduduk hancur yang mengakibatkan masyarakat hidup ditenda-tenda sementara atau dipenampungan-penampungan dan bahkan banayak diantaranya kehilangan mata pencaharian, gedung dan infrastruktutr kesehatan dan pendidikan turut menjadi reruntuhan menambah penderiataan yang semakin menggila. Bencana selalu menyisakan dua akibat, secara fisik dan secara mental. Secara fisik mungkin akan cepat pulih kurang dari lima tahun seperti pengalam di Aceh yang dilanda tsunami dan gempa bumi, tapi dampak psikologis sangat lama untuk menghilangkannya, trauma, dan kehilangan gairah, etos dan bahakan konflik kepentingan yang sifatnya vertikal dan horisontal terbuka lebar untuk terjadi apalagi diperparah dengan penaganan bantuan yang carut marut.

Yahy1Pasca gempa kembali teman-teman relawan dari berbagai pelosok turun tangan sekedar membantu meringankan beban korban bencana. Berbagaiupaya dilakukan, diataranaya layanan layana darurat seperti pendidikan, kesehatan, bantuan sembako, bantuan komunikasi data dan informasi, sanitasi dan penyedian air minum dan lainnya. Bersama teman-teman Airputih Jakarta dan CRI membantu penyediaan akses informasi data, penyediaan akses internet dan media center. Tim Airputih menyiapkan akses internet dan media center setidaknya di lima titik dengan teknologi V-sat dukungan dari Indosat dan PSN yaitu, rumah kediaman gebernur dipadang, Tobo gadang, kantor Bupati Padang Pariaman, Kantor Bupati Agam dan Kecamatan Padang Sago.

Untuk Kecamatan Padang Sago, selain akses informasi Tim juga bekerja sama dengan CRI dan pemuda lokal membangun  program community development berbasi lokal. Kabupupaten Padang Pariaman adalah salah satu wilayah yang berada di Propensi Sumatra Barat. Pada tanggal 30 September 2008 wilayah ini merupakan daerah yang paling parah terkena dampaknya. Kabupaten Padang Pariaman terdiri dari 17 Kecamatan. Salah satu kecamatan yang parah terkena dampag gempa adalah kecamtan padang sago dengan tiga nagari yaitu, nagari Koto Dalam, Nagari Koto Baru dan Nagari Batu Kalang. Rata-rata 70 % tingkat keusakan yang terjadi di tiga nagari ini.

Hancurnya infrastruktur akibat gempa termasuk, gedung pemrintah, fasilitas umum dan sekolah, sekolah, serta rumah-rumah penduduk sangat mempengaruhi psikoligis dan menghambat berbagai bidang. Banyak anak sekolah yan gterpaksa belajar ditenda-tenda, pengobatan yang dilakukan diluar rungan karena fasilitas kesehatan yang roboh, seperti puskesmas. Selain itu sumber-sumber ekonomi seperti sawah dan perkebunan banyak yang tertimbun longsor sehingga keadaan ini semakin menyulitkan korban bencana.

Pasca gempa terjadi , banayak relawan yang berdatagan untuk menyalurkan bantuan, baik bantuan yang sifatnya jangka pendek seperti, kebutuhan dasar sembako, tenda untuk dijadikan rumah pengganti. Dan bantuan yang bersifat jangka panjang misanya sektor pendidikan dengan berusaha membantu kesulitan-kesulitan dibidang pendidikan.

Salah satu konsep pemulihan bencana yang diterapkan adalah pola-pola pemberdayaan lokal melalui konsep komunitas. Selanjutnya, kompleksitas masyarakat terus meningkat, sementara itu interdependensi antara manusia, antara manusia dan kelompok, serta antara manusia dan berbagai sektor kehidupan, membuat semakin sulit bagi seorang individu untuk bekerja sendiri untuk mendorong perubahan. Dengan berkelompok atau berhimpun, kemudian membangun kerjasama, peluang untuk menyebabkan atau merangsang perubahan akan lebih besar. Gerakan perubahan dalam masyarakat, yang diupayakan oleh masyarakat sendiri dan diarahkan pada tercapainya kondisi ideal bagi masyarakat bersangkutan -apakah itu dalam sektor sosial, ekonomi, kesehatan, permukiman atau lainnya- dikenal dengan istilah Community Development. Dalam bahasa Indonesia, dapatlah kiranya kita sebut Pengembangan Komunitas.

Demikian juga yang dilakukan di Kecamatan Padang Sago, Pasca terjadinya gempa bumi 30 Sepetember 2009, salah satu bentuk untuk mempercepat kondisi recoveri adalah dengan membangun komunitas lokal dimana berfungsi untuk pemberdayaan lokal diberbagai bidang ilmu pengetahuan.

Komunitas padang Sago didirikan seiring dengan proses tanggap darurat dan rcovery pasca bencana yang terdiri dari anak-anak remaja dan masyarakat umum. Komposisi keanggotanaan bemacam-macam mulai dari anak putus sekolah, mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum yang sangat aktif untukn memajukan komunitasnnya.Terletak di Kacamatan Padang Sago, Nagari Koto Dalam, Korong Kampung Lambah.

Sejak berdirinya degan bekerja sama dengan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) padang sago, Komuitas lokal menjalankan program-program pendidikan dan informasi, bagi kalangan internal dan masyarakat umum dianataranya , Pelatihan Informasi Teknologi (IT) dengan menggunkan fasilitas dari PKBM Padang sago didampingi relawan-relawan dari Jakarta dan Jogjakarta, mengadakan program trauma healing kepada anak-anak korban gempa degana basis pendidikan untuk anak, mengadakan pelaitahan jurnalistik bebrbasi radio komunitas dan melayani kebutuhan informasi masyarakat melalui radio penyiaran komunitas.

Dengan menggunakan konsep multi level education, komunitas lokal diajarkan beberapa keterampilan berbasis IT dan jurnalistik melalui pelatihan trainee of trainer dan juga pelatihan pengeloaan komunitas dan radio komunitas selama kuarang lebih satu bulan pasca gempa bumi yang melanda Sumatra Barat, selanjutnya mereka telah dan masih menjalankan program lanjutan berbasis keomunitas dengan mengadakan pelatihan IT kepada masyarakat yang warga belajarnya terdiri dari, guru se kecamatan padang sago, anak-anak sekolah sepadang sago, pegawai nagari sepadang sago dan masyarakat putus sekolah, dan masyarakat umum.

Selain program-program diatas komunitas juga diarahkan untuk membangun jaringan kerja bebrbasis sosial untuk mengembangkan program-program awal. Program-program bebrasis literasi juga sangat bagus untuk sikembangkan didaerah ini, mengingat banyaknya anak dan remaja yang putus sekolah atau keterbatasan alat dan perlengkapan dalam menunjang proses belajar mengajar mereka disekolah dan dikomunitas serta radio komunitas di padang sago.

PKBM Padang Sago sendiri adalah wadah lokal yang sebelum terjadinya gempa mengadakan program pelatihan komputer kepada masyarakat dengan pola pendidikan kursus komputer untuk masyarakat, setelah terjadinya Gempa wadah ini praktis lumpuh total, beberapa peralatan seperti komputer suda tidak bisa digunakan karena terkena reruntuhan bangunan. Setelah mendirikan komunitas lokal, PKBM melalui komunitas kembali diaktivasi dengan bekerja sama mengadakan pelaitahan-pelatihan gratis kepada masyarakat lokal. Beberapa program dalam rangka pemeberdayaan lokal diantaranya:
1.Mengadakan pelatihan dengan pelaksana communitaas lokal bekerja sama PKBM , Yayasan AirPutih dan Team CRI
2.Membantu komunitas lokal untuk mengelola sebuah organisasi dalam konsep komunitas berbasis kebersamaan dan kemandirian, termauk merencanakan dan mengelola sebuah pelatihan berbasi komunitas
3.Membentuk tim pionir sebanyak sepuluh orang yang akan bertindak sebagai helpdesk ilmu-ilmu yang akan menjadi fokus utama dalam pelatihan dalam hal ini berbasis IT dan Radio
4.Mengadakan pelatihan sebanyak dua gelombang sebanyak 50 orang pergelombang hal ini disesuiakan dengan ketersediaan perlengkapan pelatihan. Untuk 10 pc , kapasitas maksimalnya untuk I pergelombang adalah 50 peserta (warga belajar)
5.Gelombang I materi ditangani oleh tim Airputih dan CRI didampingi oleh helpdesk lokal
(Berlangsung dari tanggal 9 – 23 November 2009)
6.Gelombang II materi ditangani oleh helpdesk lokal didampingi oleh tim airputih dan CRI sebagai pembimbing. (24 – 30 November 2009) pendampingan tidak sampai selesai dikarenkan keterbatasan waktu dan akan dilanjutkan sepenuhnya oleh komuntas lokal.
7.Mangadakan ekspansi pelatihan yang diluar cakupan kedua materi inti tersebut dan disesuaikan dengan waktu yang tersedia bagi tim AP dan CRI di SUMBAR.

Tentunya untuk lebih menajamkan arah dan manfaat dari sebuah komunitas masih sangat diperlukan penambahan-penambahan ilmu dan keterampilan bagi anggota dan pengurus-pengurus komunitas lokal, sebab waluapun merupakan hal baru, pola komunitas memerlukan dukungan yang banyak dari berbagi pihak untuk megembangkan diri dan masyaraktnya.
Tentunya disetiap bencana tidak selalu mengaibatkan kahancuran dan mungkin saja sebuah bencana merupakan titik balik untuk bangkit , semoga komunitas lokal ini bisa membawa daerahnya lebih baik dan lebih maju lagi diamasa masa mendatang.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s