Antara Padang dan Jakarta

Posted: December 11, 2009 in avonturir

Lebih dua bulan berada di tengah bencana Gempa padang sebagai relawan harus di akhiri, target-terget bantuan dan layanan sebagai dukungan kepada korban bencan telah ditunaikan. Tepatnya tanggal 1 Desember 2009, Tim akhir Airputih dan CRI mulai bergerak dari arah kantor Bupati Padang Pariaman meggunakan dua kendaraan roda empat milik Airputih dan CRI. Di Kebo Ijo pangggilan akrab untuk kendaraan milik AP, sebuah panter Jadul dengan tampang agak sangar karena keempat rodanya diganti degnan ban gede diatas standar diisi empat penumpang relawan AP dan di Mobil CRI sebuah kijang krista warna putih ditunggangi oleh tiga oran dua diantaranya relawan dari CRI dan satu orang dari Airputih. Kurang lebih pukul sepuluan tim mulai bergerak meniggalkan areal kantor Bupati Padang Pariaman dimana tempat ini selama lebih dari dua bulan menjadi markas bagi tim Airputih Jakarta dalam menjalankan aktivitas kerelawanan wilayah Padang Pariaman.

Sebuah kenagan tersendiri pernah tidur, mandi di Kantor PKK yang berada diareal perkantoran Pamda Kabupaten Padang Pariaman. BUkan apa-apa, disaat kebutuhan-kebutuhan mendasar seperti MCK, tempat tidur yang tenang susah didapatkan dierah Padang Sago tempat kegiatan pelatihan dan media center didirikan, tempat ini menjadi alternatif satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Saban hari selepasa kegiatan di Padang Sago yang lumayan padat tempat kembalinya adalah kekantor ini PKK-red walaupun tengah malam, sekedar untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Kantor PKK padang Pariaman memeiliki ruangan yang cukup luas, untuk tidur tinggal menggelar tikar seadanya dan harus bangun pagi-pagi sebelum pegawai kantor tiba untuk berkantor dikantor ini. Kadang juga kita kesiangan dan kedapatan masih tidur, tapi para pegawai lumayan ramah dan tidak memberikan reaksi yang berlebihan, malah kadang mereka melintas disela-sela tempat tidur kita dengan tidak berisik takut membangunkan taman-taman yang istirahat.

Perjalanan kali ini akan melewati kota padang, karena beberapa keperluan diantaranya akan menitipkan beberpapa peralatan milik orang padang, karena tidak sempat diantar secara langsung terpakasa dititipkan disalah seorang teman dipadang. Kurang lebih jam dua belasan kita sudah memasuki kota Padang. Setelah menitipkan perlatan tersebut kita meluncur kearah Kabupaten Solok, yang jika kita ingin melalui jalur tengah lintas sumatra antara padang samapi kelampung harus melawati daerah ini. Solok sebuah daerah yang terletak didaerah ketinggian dan terkadang mengalami longsor dibeberapa titik yang bisa menghambat perjalanan. Untunglah kali ini perjalanan lancar, longsor yang beberapa waktu lalu diberitakan telah selesai dibersihkan sehingga perjalanan tidak mengalami hambatan. Iring-iringan dua kendaraan roda empat ini, terus berjalan hingga tim sudah merasa kelaparan karena belum sempat makan siang. Akhirnya di wilayah perbatasan anatara Sumbar dan Jambi singgah untuk makan, waktu menunjukkan pukul 17.30, menunya pun masih masakan padang.

Menjelang magrib tim melanjutkan perjalanan  kerah kota  Jambi karena salah seorang teman ingin mengunjugi teman semasa kuliah yang bekerja dan tinggal dikota jambi. Perjalanan kekota Jambi dilakukan malam hari sehingga pemandangan yang terlihat kurang bisa di deskripsikan, hanya kendaraan yang lumayan padat beriringan dan berpapasan disepanjang jalan ini. Sempat salah arah kearah bengkulu yang padahal jika melewati arah bengkulu berarti melewati lintas Barat, informasi sebelumnya bahwa melewati lintas barat sangat jauh dibanding lintas tengah, sukurlah karena kita dipandu melalui handphone oleh teman yang berada dijambi melalui Iwan tim CRI, dan berbalik arah kembali meleawati belantara menuju Kota Jambi. Tiba kota Jambi langsung disambut dengan Mrtabak ala Jambi, enak dan gurih dan lebih dari cukup pengganti makan malam. Waktu menunjukkan kurang lebih pukul satu lewat tigapuluh menit.

Istirahat di rumah salah seorang teman, keeokan harinya kurang lebih pukul delapan pagi, tim kembali bergerak. Kali ini tujuannya adalah kota Palembang. Sepanjang perjalanan saya terus tidur, maklum semalam istrahatnya rada kurang. Badan tersa lemas dan pegal-pegal karena semalam kena giliran nyetir mulai jam enam sampai jam satu malam. Semangat kembali naik ketikan kuarang lebih pukul 16.10 memasuki kota Palembang dan langsung menuju kerumah salah sorang kerabat salah satu tim CRI di kota Palembang. Dirumah ini disugi masakan Jawa yang lumyan enak, tambah mpek-empek palembang yang sangat nikmat. Sempat mengunjungi Jembatan Ampera dan berphoto ria, Jemapatan Ampera merupakan salah satu jempatan yang lumayan panjang selain berfungsi sebagai penghubung antara dua tepian sungai Musi, juga berfungsi tempat rekreasi. Diasalah satu are tepian sungai musi, jembatan ini sangat indah untuk dijadikan Background untuk berphoto ria, dan pemerintah setempat menjadikan area ini menjadi area wisata dan pameran.

Pukul 21.30 tim kembali melanjutkan perjalanan, kearah Bakahuni propensi lampung, kembali perjalanan ditempuh malam hari, yang terlihat hanya padatnya jalanan oleh lalu lalang kendaraan disepanjang rute ini. Jalannya tidak semuanya mulus bahkan banyak yang berlubang sana -sini. Kondisi ini  sangat mengganggu kenyamanan perjalanan disamping jalanan juga agak sempit. Jarak tempuh palembang dan Bakahuni lumayan jauh sebab istirahat untuk minum kopi dilakukan hanya sekali dan itupun sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Artinya dari jam sepuluhan malam sampai jam 7 pagi berkendaraan tanpa istirahat dan masih menyikan sekitar limabelas kilometer untuk memasuki area pelabhuana bakahuni. Jauhhh banget lagian yang kena giliran nyetir malam itu aku  wah…wah. Tapi Karena sudah tidak tahan lagi setelah minum kopi langsung gantian yang nyetir jadi aku bisa tidur , maklum semalaman nyetir.

Sampai dipelabuhan bakahuni kira-kira jam delapanan pagi, bangun sedikit dan lanjutkan tidur lagi bahkan ketiga sedang menyebrang kemerak aku masih terlelap, kurang lebih jam sepuluhan pagi kita sudah memasuki merak dan langsung perjalanan dilanjutkan kearah jakarta melewati tol jakarta merak. Tim tiba dikantor Airputih menjelang Ashar karena semp[at singgah disuatu tempat untuk koordinasi. Akhirnya perjalanan dua hari melintasi Sumbar Jakarta selesai dengan selamat, syarat kenangan walupun penuh dengan kelelahan dan melemaskan.

Tiba dijakarta tepat tanggal 3 Desember 2009, sebuah janji telah dutunaikan walupun itu hanya setitik sekedar meringankan bebab sesama, semoga bermanfaat bagi semua.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s