Empat belas tahun yang lalu, Kini dan Akan Datang

Posted: October 27, 2009 in sejarah

Untuk Nitro Pencinta Alam “Afiliasi”

P922004414 tahun yang silam, disebuah dusun yang terletak di Kabupaten Gowa, SulawesiSelatan. Masih teringat dikala belasan anak-anak muda, mahasiswa sebuah perguruan tinggi berkumpul disebuah pedalaman yang bernama Alukeke. Alukeke sebuah daerah yang berada di pedalaman Kab.Gowa, tempat yang dijadikan pusat diklat bagi generasi-generasi awal yang akan menorehkan tonggak berdirinya sebuah idealisme terhadap alam. Maksud tersebut bukan tanpa halangan, sebab minggu-minggu itu adalah minggu menghadapi ujian beberapa mata kuliah bagi mahasiswa, termasuk beberapa dari kami waktu. Bagi kami, pilihannya waktu itu adalah berangkat ke Alukeke atau mengikuti ujian di kampus, sebuah pilihan yang bagi kami sangat berat. Jika berangkat maka akan kehilangan nilai beberapa mata kuliah, dan jika tidak maka akan kehilagan moment dimana sebuah idelisme akan hilang sama sekali.

Pertaruhan itu dimenagkan oleh berangkat ke Alukeke dan meninggalkan beberapa ujian mata kuliah dikampus. Ini adalah kemenagan pertama sekaligus rintangan awal yang berhasil ditepis walaupun dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Singkat kata, seluruh teman-teman dapat berkumpul ditempat yang penuh dengan keanggungan alam, terletak dipedalaman dengan sungai lebar menghiasinya, ujung sungai ini adalah air terjun bertingkat tiga, sungguh anggun bumi ini. Ditempat ini pulalah  konsep pertama tentang sebuah kecintaan terhadap alam semesta direalisasikan.

Materi diklat secara teori telah didapatkan dikampus dibantu oleh teman-teman dari Stiem,Ksr PMI,Rajawali nusantara dan lainnya. Diklat dilakukeke berlangsung selama tiga hari dengan berbagai materi-materi alam dan dihari terakhir terlafadzlah sebuah ikrar Dharma Bhakti NPA Afiliasi, yang menandai lahirnya secara resmi sebuah bentukn yata dari pengejawantahan idealisme tersebut , NPA Afiliasi. NPA Afiliasi lahir dari kolaborasi langsung dan tidak langsung oleh berbagai kalangan, teman KSR PMI,Mapala STIEM,Lembaga Nitro,Teman-angkatan 92 sampai 94 dan yang lainnya.

Kini empat belas tahun telah berlalu, kenangan itu masih tetap segar diingatan, tidak hanya kerana generasi awal tetap menjaga kesetian terhadap sebuah ikrar, tetapi gaenerasi pelanjut tetap setia memegang teguh ikrar tersebut. Banyak yang telah berlalu dan terlewati. Sedih dan sulitnya membangun sebuah kelanggengan, mempertahankan sebuah idealisme atas nama kecintaan terhadap alam ciptaanNya, kesemuanya dirasakan oleh semua generasi yang ikut menorehkan warna didalamnya, tidak sedikit tawa dan canda dalam hangatnya sebuah persaudaraan, tidak sedikit kebersamaan yang tulus untuk menghalau sebuah rintangan.

Prestasi tertinggi, bukanlah menaklukkan puncak pegunungan, bukan memanjat tebing tersulit dan bukan pulah mendalami kesunyian sudut-sudut gua yang terpekat sekalipun. Prestasi tertinggin adalah bagaimana idealisme tetap terjaga dan bagaimana menaklukkan diri sendiri untuk menuju kepada kebenaran hakiki manusia, menjiwai bagaimana seharusnya manusia berhubngan dengan Tuhannya, berhubungan dengan manusia dan berhubungan dengan alamnya.

Dalam bagunan menuju tujuannya, Konsep pendidikan yang berkelnjutan dimulai dari pendidikan dasar, dimana pendidikan dirancang untuk mengetahui konsep-konsep dasar, pengethauan tentang kecintaan terhadap alam semesta. Kemudian pendidikan lanjutan, dimana ditujukan untuk lebih memaknai pendidikan dasar tersebut dalam kaidah-kaidah keilmuan yang lebih spesifik. Dan pada akhirnya pendidikan dilajutkan pada tataran pendidikan Makna, dimana memaknai hakikat keberadaan segala sesuatu untuk dikejawantahkan dalam kehidupan keseharian, pendidikan nilai dan moral adalah tingkatan tertinggi dengan proses tanpa henti dengan tempaan kehidupan tentang bagaimana manusia menjadi manusia yang seharusnya.Inilah pendidikan berkelajuntan dalam NPA Afiliasi.

Tahun-tahun berlalu, meninggalkan kenangan demi kenangan yang tidak bisa terulang. Warna-warna telah diterohkan oleh berbagai tingkatan generasi didalamnya. Layaknya sebuah kehidupan, selalu ada benar dan tidak sedikit kehilafan yang terjadi yang tidak disengaja. Mungkin ada yang tersakiti untuk sesaat, tetapi banyak juga yang mendapatkan jalan-jalan kebaikan dari keterlibatan didalamnya. Proses yang terjadi didalamnya, sarat dengan pendidikan tentang bagaimana menghadapi kehidupan, bagaimana bertahan dalam kerasnya kehidupan dan lainya, inilah yang menjadi pelajaran dan hasil dari kecintaan terhadap idealisme ciptaanNya.

Suatu ketika, dalam pencarian saya menemukan, bahwa tidaklah diciptakan gunung, sungai atau alam ini melainkan untuk menjadi pelajaran berharga bagi manusia . Benar adanya, kearifan alam telah mengajarkan manusia banyak hal dalam menghadapi kehidupan ini. Alam mengajarkan kita keseimbangan, mengajarkan perilaku, dan megajarkan norma-norma yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Sayangnya dimasa kini, semakin banyak yang meninggalkan petuah-petuah alam, meninggalkan isyarat-isyaratnya, terjebak dalam gaya hidup materialistis yang akibatnya, alam tidak lagi menjadi guru tetapi telah dijadikan pusat-pusat eksploitasi yang berlebihan.

Muaranya, tahun-tahun belakangan manusia semakin banyak mengalami bencana, Gempa bumi, banjir, gelombang dahsyat, tanah longsor dan lainnya manandakan bahwa alam telah menjadi ancaman serius bagi kehidupan manusia. Di beberapa daerah manusia semakin tersiksa oleh rasa khawatir dan was-was akan adanya bencana dahsyat seperti yang terjadi belakangan ini. Kesemuanya ini adalah akibat dari ketidak seimbangan yang terjadi sehingga alama yang dulunya menawarkan keteraturan kini sudah tidak nampak lagi.

Jika masih bisa berbangga, hari ini NPA Afiliasi masih tegak dalam mempertahnkan nilai-nilai dari alam, berusaha tetap memaknai pelajaran-pelajaran yang ditawrkan oleh alam untuk dijadikan tuntunan dalam berperilaku. Hari ini adalah hari waktu dimana empat belas tahun yang lalu dimana pertaruhan untuk sebuah idelisme dimulai dan tetap akan dilanjutkan untuk masa yang akan datang. Pengalam berharga telah didapatkan melalui proses waktu pembelajaran yang panjang. Satu kalimat yang perlu dijadikan ingatan bahwa dijalur ini tidak mudah, penuh dengan pengorbanan untuk sebuah kecintaan terhadap idealisme, penuh tantangan baik dalam diri maupun yang bersumber dari luar diri kita. Tidak heran dalam setiap pendidikan dasarnya selalu ada kalimat “siapkan mental dan fisik anda” bukan untuk pertarungan sesaat tetapi pertarungan selama hayat masih dikandung badan, pertarungan selama tarikan nafas masih ada, demi mencapai kesempurnaan sebuah rohaniah dan jasmaniah dimata kehidupan ini, sangat normatif memang. Tapi capaian akhir akan terlihat ketika kita dicatat dan dikenang oleh kehidupan setelah kita sebagai manusia-manusia berbudi, bina bhakti membawa laksana.

Dari tempat yang jauh teriring doa untuk NPA Afiliasi semoga tetap menjadi  sahabat sejati dari alam semesta . Dan untuk semua yang telah ikut menjadi bagian darinya, baik anggota, simpatisan yang tlah ikut membesarkannya mendukungnya secara langsung dan tidak langsun kami ucapkan banyak terima kasih untuk waktu – waktu yang telah berlalu, saat ini dan dimasa yang akan datang.

Akhirnya

Selamat Ulang Tahun “Nitro Pencinta Alam Afiliasi “

Tulisan ini dibuat dalam renungan dikesendirian  untuk NPA Afiliasi Makassar.

Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatra Barat

28 Oktober 2009 Pkl 2.36 WIB.

NPA.002

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s