Gempa Sumatra Barat

Posted: October 16, 2009 in avonturir

Lintas Bencana Gempa Sumbar

14 October 2009

Danau Maninjau, SumbarKab. Agam ( Lubuk Basung) – Malalak – Padang Alai – Cicincin – Pariaman – Lubuk Basung(Kab.Agam)

Perjalanan tim AP plus  JRK melalui jalur lingkar danau maninjo dan berbelok kearah kelok 44 , kelok 44 adalah sebutan yang cukup terkenal didaerah Sumbar , kelok 44 jika kita dari arah danau meninjo kearah pahambatan maka akan menjumpai jalanan menanjak yang cuku terjal dengan jumlah tikungan lebih dari 44. Perjalanan ini, adalah perjalanan dalam rangka lintas bencana untuk mendeteksi sejauh mana dampak bencana dan penanganannya, melalu pengamatan secera langsung didaerah-daerah yang tergolong parah terkena dampak gempa Sumbar.

Dari arah lubuk Basung ibukota kabupaten Agam, tim bergerak jam 10.45 mengarah kaarah jalan lingkar danau maninjo, sampai dikelokan 28 ,kurang lebih 1 jam dari titik start kami istrirahat untuk melemaskan persendian. Perjalanan dilanjutkan melewati kelokan-kelokan tersisa hingga mencapai daerah Matur, dan terus kearah simpang tiga pahambatan, kondisi sampai dengan pahambatan tidak terdeteksi adanya dampak dari bencana gempa Sumbar, rumah-rumah tidak ada yang roboh, perekonomian tampak sangat normal, demikian pun jalanan yang naik turun dengan kondisi jalan mulus untuk dilalui kendaraan bermesin .

PA1461724Dari arah simpang tiga PahaKondisi daerahnya dibelakang rumahnya jurang dan didepan rumahnya jalanan dan disebelah jalan kurang lebih sepuluh meter juga jurang yang menganga dan rawan longsormbatan tim berbelok ke arah kanan dengan tujuan Malalak, jika lurus maka akan mengarah ke Kota Tua. Perjalanan kearah malalak dari simpang ini awalnya kondisi jalan sangat bagus dan lebar, selang beberapa saat  kemudian mulai menyempit dan ketika akan memasuki daerah Campago, kondisi jalan dalam tahap perbaikan  dengan kondisi berlumpur, disisi kanan tebing tanah yang rawan longsor dan sisi kiri kondisi curam juga sangat rawan longsor, dibeberapa titik area ini hanya bisa dilewati maksimal satu kondaraan roda empat.satu arah karena jalan yang sempit . Selepas melewati daerah ini maka tim memasuki daerah Campago, rumah-rumah penduduk yang roboh disana-sini sudah mulai tampak dari ketinggian area ini.

PA146187Selang beberapa saat kemudian kami memasuki perkampungan , namanya Korong Campago,Kec. Malalak.Kab. Agam,.Dampak bencana gempa yang dahsyat sudah mulai keliatan dari kejauhan hingga memasuki kampung ini. Kami singga di posko kampung untuk mencari beberapa informasi, dari informasi yang tim himpun,  posko bantuan dikampung ini ada tiga, suplay bantuan yang masuk beberapa hari ini dibawah oleh mobil-mobil yang berukuran kecil, karena kondisi jalan tidak memungkinkan untuk mobil-mobil berukuran besar. Untuk jumlah bantuan sendiri cukup untuk beberapa hari kedepan, seperti beras, indomie dan sejenisnya. Informasi lain bahwa dikampung ini anak SD 01, sudah mulai memasuki sekolah darurat yang digunakan secara bergiliran, kelas 1-3 sekolah pada pagi hari dan untuk kelas 4-6 sekolahnya pada siang hari karena ruangan yang terbatas. Pemandangan dikampung ini dipenuhi bangunan yang ambruk akibat gempa. Beberapa penduduk setempat terlihat mulai membenahi rumah-rumah mereka ataupun berusaha memanfaatkan puing-puing yang bisa digunakan untuk dijadikan tempat tinggal sementara.

PA146214Tim melanjutkan perjalanan hingga melelwati Liman badak, Malalak, terus ke simpang tiga Ulubandar, disimpan tiga ini jika kearah kiri akan mengarah ke Tandikat, sebuah daerah yang terkena dampak gempa dan longsor yang menimbun rumah-rumah perkampungan setempat. Dan jika kita lurus menuju ke Padang Alai. Pemandangan sampai dengan persimpangan ini, dampak gempa sangat besar hampir keseluruhan rumah penduduk rata -rata roboh atau rusak berat, penduduk banyak yang menggunanakan puing rumahnya untuk bertahan hidup, disamping juga ada yang memanfaatkan tenda-tenda darurat yang dibawah standar. Korban banyak yang beridri dan duduk disiskanan dan kiri jalan tanpa aktivitas yang berarti, kondisi jalan terkadang berlumpur dan berbatu, jika terjadi hujan akan sangat memprihatinkan bagi pengguna jalan maupun korban gempa disepanjang area ini.

PA146275Dari persimpangan ini, tim mengambil arah padang Alai sampai ke Kampung Kec.Kota Tinggi,Padang Alai. Jalanan sampai area ini terputus karena longsor, hanya bisa dilewati kendaraan roda 2, itupun harus melewati reruntuhan rumah ditepi jurang. Sempat menggali informasi dari korban yang tinggal diareal ini tentang keadaan setempat, namanya Ibu Amen. Ibu Amen masih memanfaatkan puing rumahnya untuk tinggal sementara walaupun jauh dari layak, selang lima bela smeter dari rumahnya itulah titik jalanan yang terputus akaibat longsor. Kurang lebih tiga meter dibelakang rumahnya adalah jurang, yang ketika gempa terjadi, rumah tetangganya tergelicir kejurang tersebut. Jika gambaran lokasinya adalah, dibelakang rumahnya jurang dan didepan rumahnya jalanan dan disebelah jalan kurang lebih sepuluh meter juga jurang yang menganga dan rawan longsor. Menurut keterangan beliau, kebutuhan yang mendesak seperti logistik diantaranya beras, jatah dari posko-posko kampung masih minim sedangkan mereka tidak bisa berusaha untuk memenuhi kebuthuan mereka..Tanaman padi dan kebun semuanya tertimbun longsoran. Kekhawatiran dengan tidak adanya lahan untuk mencari nafkan sehari-hari inilah yang merisuakan belaiau dan penduduk setempat.

PA146409Perjalanan kami lanjutkan sampai ke Nagari Gunung Padang Alai, Kec. Limo (V) Koto Timor, kampung luar. Diarea ini hujan turun walupun tidak terlalu deras, tapi lumayan menyulitkan untuk melanjutkan perjalanan. Tim singgah di salah satu sudut rumah korban bencana  sambil mencari informasi keadaan setempat. Dari keterangan Raflis, salah seorang korban bencana bahwa tiga orang sanak familinya tertibun longsor tidak jauh dari tempat kami berteduh, ketika gempa terjadi salah seoarang familinya laki 42 tahun tengah mandi di tempat permandian umum bersama dua anaknya seumuran kelas 1 SD dan kelas 5 SD. Tempat permandian itu berada dibewah Kampung Luar, untuku mencapainya kita harus melewati jalanan menurun yang agak terjal. Ketika mandi itulah terjadi gempa disertai longsor yang menimbun ketiganya. Hingga kini mayat mereka belum ditemukan karena besarnya volume lumpur/tanah yang menimbunnya, disamping juga tidak ada alat berat yang mencapai daerah ini. Sementara untuk kebutuhan logistik setempat menurut keteragan beliau, bisa bertahan sampai dua minggu kedepan, cuma saat ini sangat membutuhkan air minum karena sumber air didaerah ini  tertimbun longsor dan kalo ada sangat berlumpur, tidak layak dikonsumsi walaupun sekedar mencuci. Kondisi daerahnya dibelakang rumahnya jurang dan didepan rumahnya jalanan dan disebelah jalan kurang lebih sepuluh meter juga jurang yang menganga dan rawan longsorDari keterangan beliau pula bersama beberapa kerabatnya, diperoleh informasi bahwa jika korban bencana akan mengambil bantuan diposko bantuan kampungnya, dipungut bayaran sebesar lima riburupiah. Ketika tim menanyakan, apakah tiap mengambil bantuan harus mengeluarkan biaya tersebut beliau menjawab, hanya ketika beberapa orang tertentu saja yang menjaga posko bantuan. Beliau juga menambahkan, bahwa litsrik diaerah ini sudah masuk dibeberapa titik jalan, untuk kerumah-rumah tidak bisa dipasang dikarenakan, hampir seluruh rumah hancur  jadi sangat membutuhkan penerangan dengan bahan bakar minyak tanah  seperti lampu badai dan sejenisnya.

Tim kembali melanjutkan perjalanan kedaera Cicincin. Kalo dibandingakan dengan daerah sepanjang Malalak-Padang Alai, sangat berbeda. Kalao Malalak-Padang Alai, bisa dikatakan hancur total dan melumpuhkan ekonomi penduduk setempat, Didaerah cicincin rumah tidak secara total hancur dan perekonomian bisa dikatakan pelan-pelan mulai bangkit. Hal ini ditandai dengan banyaknya rumah-rumah korban bencana yang masih mampu membuka totko-toko sederhana, menual makanan.

Akhirnya, catataan akhir  dari perjalanan ini :

  1. Malalak – Padang Alai , selain logistik, shelter ,sangat membutuhkan penanganan yang sangat serius. Beberapa titik sangat rawan bencana susulan, seperti longsor, wabah penyakit yang diakibatkan kelmbaban udara dan polusi debu dan lain sebagainya

  2. Kondisi psikologis masyarakat, harus diperhatikan, karena saat ini dalam tekanan yang tinggi. Kekhawtiran dengan tidak adanaya pencaharian, distribusi bantuan yang kacau,bangunan rumah yang hancur, serta kondisi ketidakpastian dimasa akan datang akan semakin menekan secara psikis

  3. Membutuhkan perhatian yang lebih serius terhadap trauma yang dialami oleh anak-anak dispeanjang Malalak-Padang Alai.Kondisi saat ini, anak-anak larut dalam kondisi psikis orang tua dan lingkungan mereka yang serba kekurangan.

  4. Tim tiba kembali di Lubuk Basung pukul 24.30.
  5. Tim Lintas Bencana SUMBAR

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s