Ujung Ramadhan 2009, 1430 H

Posted: September 18, 2009 in avonturir

Perjalanan Rohani…

Ujung Ramadhan 2009,

kartu idul fitri kecil okAndai saja waktu bisa terulang akan kurangkai diri menjadi sesuatu yang lebih bermakna, tidak hanya untuk diri sendiri, keluarga dan sahabat-sahabat aku tetapi untuk ummat manusia yang mendiami alam ini, yang telah pernah dan yang akan mendiaminya.

Waktu yang telah berlalu seakan akan penuh kesia-siaan, merasa telah berbuat untuk orang lain tapi kesadaran diakhir ramadhan ini, dengan lantang berteriak, kamu bukan siapa-siapa, kamu tidak melakukan apapun, kamu tidak berarti bahkan untuk dirimu sendiri. Waktu telah membuat aku menjadi seoonggok daging yang penuh dengan bau busuk, menjadikanku menjadi mayat hidup. Banarlah apa yang telah di ungkapkan oleh para shalihin, semakin engkau mendekatinNya maka akan semakin terlihat betapa kotornya dirimu, engkau akan melihat betapa kedengkian, kesembongan, keirihatian, kerakusan dan sejenisnya bagaikan benang-benang halus pada mulanya menyelimuti dirimu yang perlahan tapi pasti berubah menjadi tali tambang yang menggerogotimu tanpa sadar, perlahan tapi pasti akan membunuhmu dalam kesesatan tanpa akhir.

Perjalananan hidup mengarungi Waktu, berbuah bagaikan dua mata sisi mata belati. Sisi yang satu menghasilkan pujian sisi yang lain berbuah cemohan. Ujung keduanya bertemu membentuk kebanggaan atas nama kebencian, keserakahan,kesembongan dan membanggakan diri. Beberapa tahun lalu aku mendapati sebuah petuah dari ulama besar, “hati-hati” dengan keseombongan, sekecil apapun itu jika ada dalam dirimu maka akan menjadi jalan kecelakaan yang sangat fatal untuk dunia dan akhirat.  Bukan apa-apa sejarah telah mencatat dalam agama-agama samawi, bahwa nenek moyang dari segala dosa dan keruntuhan adalah kesembongan, dari kesembongan akan menurunkan kedengkian, menurunkan keserakahan, menurunkan kekikiran, menurunkan dusta dan sederaret nama-nama lain yang akan menjerumuskanmu kelembah kehancuran dan ketidak berdayaan. Benarlah pesan sang auliah tentang ini, bukan kah kesombongan Iblis Laknatullah adalah irisan pertama dosa yang berhubungan dengan manusia, Ketika Allah SWT menyuruh malakikat bersujud dan semuanya bersujud kecuali Iblis, mengapa tidak mau bersujud karena alasannya Engkau menciptakan aku dari Api sedangkan engkau menciptakan Adam dari tanah , kat a iblis, ini nenek moyang dari segala sumber penyakit hati.

Dan ketika ramadhan ini datang diawal, memaksakan diri ini untuk merenung tentang langkah-langkah yang telah terlewati, bersimpuh mencoba merangkai ribuan huruf untuk berbicara dengan sang Khalik, mendalami kehendakNya sebab hanya Dia yang mempunyai kehendak yang terjadi. Merenungi setiap detik waktu-waktu berjalan barangkali ada seseutu yang terlewati, barangkali ada sesuatu yang mesti di perbaiki, barangkali ada sesuatu yang mesti dirai kembali, barangkali ada kealpaan, kekhilafan,kedengkian, keirihatian dan kesombongan yang tidak pantas terjadi dan telah terlakukan selama ini. Pencarian itu diakhir ramdhan begitu mencengangkan, ternyatata benang-benang halus kesembongan dan turunananyna perlahan tampak bagaikan tali tambang tebal yang menjerat, semakin lama-semakin menyesakkan dada, menjadikan hati begitu keras dan angkuhnya. Dalam bulan barokah ini pula mencoba menata apa-apa yang terlewati, apa-apa yang luput dari waktu-waktu yang lalu yang seharusnya dilakukan tapi karen atas dasar kesombongan terlalaikan begitu saja.

Sudah pasti diri sendiri, tidak pantas menilai diri sendiri, karena yang mencipatakan dan Pemiliklah yang berhak menilai ciptaanNya, berhak menentukan makam (tingkatan) kedekatan ciptaan kepada Sang Pencipta, bahkan ketika ada dekatNya kekotoran-kekotoran nyata dan tersembunyi dalam dada semakin kelihatan dan tidak ada kepantasan sedikit pun untuk bersanding dengan mereka-mereka yang telah dicap olehNya sebagai shalihin ,aulia dari golongan yang terdahulu, saat ini dan akan datang. Jika ada yang mesti aku banggakan dalam perjalanan kehidupan ini, bahwa seburuk apapun diri telah terjatuh dalam sesuatu celaanNya tetap meyakini bahwa selalu dalam lindungannya, merasa bahwa Dia tetap berada disekeliling ,sangat dekat, lebih dekat dari urat-urat leherku, memegang ubun-ubunku setiap saat. Persis seperti keadaan dua orang dalam Gua, ketika bersembunyi dari kejaran kaum Quraisy, Ketika salah seorang dari mereka sangat takut ditangkap oleh para pengejarnya, berkatalah salah seorang dari keduanya, janganlah taku sesungguhnya Allah bersama kita (innalaha ma ana). Bentuk kesadaran  dan Keyakinan seperti itu menjadi sesuatu yang mesti dimiliki setidaknya menyatu dalam diri ini.

Di akhir ramadhan ini, ketika diri masih sibuk dengan pengharpan, pencarian dan pendekatan denganNya kembali harus mengurai airmata, airmata karena bulan barokah sudah habis, tarwih terakhir telah terlewati tetapi karena kebodohan,keangkuhan dan kekerasan hati semuanya berlalu dengan sia-sia, kesempatan emas telah hilang untuk kesekian kalinya. Hari-hari ramadha tetap mencampur baurkan antara apa yang dilarangNya dengan apa yang Telah diperintahkanNya, sungguh sia-sia.

Diakhir ramadhan ini berdoa dengan segenap jiwa dan perasaan dalm lubuk hati terdalam terlisankan melalui lidah ini memohon Keampunan atas segala dosa, atas segala kesembongan,  atas segala kekiran, atas segala keangkuhan, atas segala kefasikan,kesyrikan, kemunfaikan dan semua penyakit hati yang di celanNya. Ya Allah sampaikan salam kepada junjungan kami Muhammad SAW, para sahabat dan mukmin semuanya, ampuni dosa kedua oran tua kami, kelaurga kami, sahabat kami, terimalah amal ibadah kami yang tidak sempurna ini, ampunilah dosa dan kesalahan kami, , Fitrikanlah kami dihari yang fitri walaupun kami sangat tidak pantas mendapatkannya, walaupun kami tidak memenuhi standarnya Ya Rabbi  , Ya Yang Maha Suci ,Engkaulah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu pertemukanlah kembali dengan bulan barokahmu  ini Ya Allah jadikanlah perjumpaan dengan Engkau moment paling bahagia spenjang keberadaan kami … Amin

Banda Aceh,18 September 2009

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s