Ada Apa Dengan MUI

Posted: January 27, 2009 in kolom

Kemarin publik Islam dikejdiriutkan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia, sebuah fatwa yang tidak hanya mengebiri ummat islam Indonesia tetapi lebih kepada pemihakan MUI kepada perilaku bobrok elite negeri ini. Fatwa yang mewajibkan semua ummat Islam untuk mengikuti pemilihan alisan GOLPUT di haramkan, yang sudah jelas bahwa memilih dan dipilih adalah sebuah hak. Hak artinya kasarnya kepemilikan, jika seseorang melepas haknya maka tidak ada konsekuensi apapun. Berbeda halnya dengan kewajiban bahwa kewajiban merupakan suatu keharusan seseorang jika diwajibkan terhadapnya atas suatu tugas atau tanggung jawab.

Keawjiban dalam islam berlaku mutlak dan harus di laksanakan, jika tidak maka akan mendapat dosa artinya sama dengan hukum Haram. Sesuatu menjadi haram jika kita melanggar aturan yang disyariatkan agama. Adalah benar bahwa Islam menyuruh kita untuk mengikuti para ulil amri (pemerintah) jelas dalam Alquran, Ikuti Allah, ikuti Rasulnya dan ikuti ulil Amri diantara kamu. Persoalanya tidak sampai disitu  isyarat dari Alquran, ada beberapa tahapan pertama ikuti Allah, kemudian ikuti Rasulnya dan ikuti Ulil Amri merupakan suatu rangkaian yang tidak terpisahkan dan tidak bertentangan satu sama lain. Mari kita liat, Mengikuti Allah sudah pasti sumber dari segalanya adalah Alquran sebagai petunujuk bagaimana berjalan diatas jalan yang diperintahkan Allah SWT, itu yang dimaksud dengan jalan yang lurus mengikuti apa yang diturunkan ALLAH SWT. Kedua mengikuti Rasulullah SAW, perilaku dan perkataan yang lebih dekanla dengan as sunnah tertuang dalam hadist-hadis nabi. Pengertiannya adalah bahwa apa yang telah di praktekkan Rasulullah SAW tidak lain adalah perpanjangan dari Alquran, praktek keseharian, implementasi pelaksanaan Alquranul karim dalam keseharian. Ketiga Ulil Amri, seharusnya ulil amri adalah perpanjangan tangan dari dua hukum tersebut , tidak bertolak belakanga atau malah bertentangan. Ini adalah rangkaian bagaimana kita melihat suatu sistim hukum dalam Islam. Wajib tidaknya kita mengikuti ulil amri sangat tergantung dari apakah ulil amri tersebut satu gerbong dengan Alquran dan as Sunnah.

Bagaimana dengan Indonesia ?, Indonesia sumber hukumnya tidak bersumber dari hukum Islam, dasar negaranya jauh dari Islam walaupun menjadikan bagian hukum Islam sebagai salah satu sumber dari sumber hukum yang lain. Artinya Hukum Islam tidak murni dan dicapur baurkan, dalam hal ini Islam sangat tegas bahwa Sumber hukum yang tertinggi adalah Alquran dan as Sunnah, Jika kita mencapurbaurkan maka kita akan terkena ayat : mengambil sedikti dan lainnya dibuang, atau hanya mengambil ayat alquran yang sesuai hawa nafsu manusia, yag tidak sesuai diabaikan. Hukuman dari Allah atas perilaku ini sangat keras dan menakutkan.

Jika diasar ini kita fahami maka, sesuatu yang tidak  menjadikan Allah SWT sebagai Yang tertinggi dalam sisi Hukum maka tidak ada kewajiban mengikuti. Mengapa karena tidak ada jaminan dari ALLAH SWT. Sudah sangat jelas dalam Al quran bahwa jika kita berhukum dalam hukum ALLAH SWT maka kita akan mendapat jaminan brbagai hal, sebaliknya jika mengambil hukum selain ALLAH ataupun mencampurkan hukum ALLAH dengan hukum yang lain akan berdosa dan laknat.

Indonesia sudah mengambil perinsip disisi lain dari Islam, artinay bukan negara Islam, Benar bahwa sebagian penduduknya beragama Islam, tetapi dalam kondisi ini ulama tidak mempunyai hak sedikitpun untuk menyuruh atau mewajibkan seseorang yang beragama Islam memilih wakil-wakil negeri ini di eksekutif dan legislatif, dalam artian tidak Nyambung. Alasanya seperti tadi, tidak ada jaminan dari Allah sesuatu yang tidak menjadikan hukumNya sebagai sumber hukum tertinggi.  Dan pemimpin yang akan minculpun bukan pemimpin atas nama Islam atau penjaga amanah rasul. orang-orang yang akan duduk dikursi legislatif dan eksekutif hanya akan menjalankan hukum-hukum yang berlaku dinegeri ini, mereka tidak akan pernah berperilaku seperti Rasulullah dan sehabatnya, mereka akan memimpin untuk kepentingan sendiri dan golongannya saja.

Lebih jauh lagi sistim hukum Indonesia sangat menyakitkan ummat Islam, politik yang mengebiri Islam, bahkan berdasarkan hukum tertingginya mengadakan kerjasama erat dengan para pembantai dunia Islam, tidak mempunyai ketegasan terhadap bangsa-bangsa yang sering membantai manusia. Jika pun memilih pemimpin pasti akan terjebak dalam sistim Indonesia sendiri dan akan tetap menyakiti ummat islam dimasa yang akan datang.

Jadi sebelum memfatwakan Ummat muslim wajib memilih, MUI harus terlebih dahulu mensinkrongkan antara hukum Indonesia dengan hukum Islam dan tidak ada jalan lain selain Alquran dan as Sunnah menjadi sumber hukum tertinggi, jaminannya jelas bahwa Ulil Amri yang kita pilih akan bernaung dibawah hukum ISLAM. Bagaimana dengan partai Islam yang bersumber hukum Alquran dan As Snnah, saya katakan sama saja itu adalah sistim hukum partai dan begitu masuk ke jajaran legislatif dan eksekutif mereka harus mangakui dan menjalankan sistim hukum yang berlaku di bawah sistim hukum Indonesia, kemungkinan untuk terjebak didalmnya sangat besar dan mengabaikan Alquran dan as Sunnah, kembali tidak ada jaminan dari ALLAH SWT.

Sistim hukum yang berlaku di Indonesia masih sangat belum final dan sering beubah-ubah sesuai kepentingan pembuatnya. Makanya tidak heran jika tahun-tahu yang berlalu penuh dengan perilaku abmoral dan meyakitkan ummat Islam.

Dengan dasar ini telah cukuplah alasan MUI sebagai  alat  untuk melagatimasi orang-orang yang akan berebut kursi dengan memanfaatkan ummat Islam. Jika MUI ingin berfatwa maka fatwakanlah “semua orang Islam Indonesia berkewajiban merubah sistim hukum indonesia menjadi sistim hukum Islam” jika tidak sampai kapanpun ranah politik tak akan bisa singkron dengan Islam. Sekarang Islam hanya personalisasi dan kebetulan agama ini diakui oleh negara, tetapi Islam bukan penentu kebijakan negara. Penentuan memilih dan dipilih bukan kerjaan MUI, itu adalah hak warga negara mau ikut atau tidak tergantung alasan masing-masing pribadi, dan hukumnya tidak akan pernah HARAM.

Salam OFF

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s