Indonesia Disaster Forum

Posted: January 3, 2016 in Bencana, Uncategorized

Sebuah Harapan Dari Sinabung

Published on Nov 6, 2015

Video Dokumentasi Tanggal 3 – 10 Oktober 2015.

.

 

Save Jatigede
Published on Aug 27, 2015
Waduk Jatigede yang terletak di Kabupaten Sumedang ini telah lama direncanakan pembangunannya oleh pemerintah, namun masih ada kendala yang berasal dari masyarakat sekitar mengenai pembebasan lahan dan uang ganti rugi yang diberikan kepada masyarakat tidak sesuai dengan harapan.

Read the rest of this entry »

Siaga Gunung Bromo 2016

Posted: January 3, 2016 in Bencana, Uncategorized

Update: 4 Januari 2016

Siaga Gunung Bromo

Laporan Gunung Bromo 4/1/2016 00.00-06.00
I.Visual : Cuaca cerah-mendung, angin tenang, suhu 12-14°C, Gn. Bromo tampak jelas, asap kelabu sedang-tebal, tekanan sedang-kuat, tinggi asap berkisar 1500 meter dari puncak atau 3829 mdpl ke utara-barat laut.
II.Seismik : 4/1/2016 00.00-06.00
Tremor amax: 3-22 mm dominan:5 mm
3xVB Lg: 5.18 – 8.05s Amax: 28 – 34mm
2xVA S-P: 2 – 2.76s Lg: 11.47 – 13.74s Amax: 37mm
III.Ket. Lain: teramati sinar api samar-samar sesekali dari kawah
IV. Kesimpulan : G.Bromo Siaga
—————————————————————–
Laporan Gunung Bromo 3/1/2016 18.00-24.00
I.Visual : Cuaca mendung, angin tenang, suhu 14°C, Gn. Bromo tampak jelas-kabut 0-III, asap kelabu sedang-tebal, tekanan sedang-kuat, tinggi asap berkisar 1200 meter dari puncak atau 3529 mdpl ke utara.
II.Seismik : 3/1/2016 18.00-24.00
Tremor amax: 2-19 mm dominan:5 mm
1xVulkanik Dangkal Lg:8.8s Amax:36mm
III.Ket. Lain: hujan abu tipis di pos PGA, teramati sinar api samar-samar dari kawah
IV. Kesimpulan : G.Bromo Siaga
#BPBDJatim

Laporan Gunung Bromo 3/1/2016 12.00-18.00
I.Visual : Cuaca mendung, angin tenang, suhu 16-19°C, Gn. Bromo kabut 0-III, asap tidak teramati.
II.Seismik : 3/1/2016 12.00-18.00
Tremor amax: 2-19 mm dominan:5 mm
III.Ket. Lain: hujan abu tipis di pos PGA, Hujan gerimis (0.9mm)
IV. Kesimpulan : G.Bromo Siaga

(Sumber: BPBD Jatim)

Read the rest of this entry »

Dan sampailah pada sejarah Bumi & Manusia, tentang proses panjang sebuah perjalanan waktu yang diawali perencanaan terbaik dariNya. Dan Berapa jarak antara; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah…. (Al-Baqarah 30)” hingga sampai pada perkataan ” Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu..” (Al-Maidah 3). Proses ini telah berjalan dalam ribuan masa mungkin jutaan atau milyaran tahun atau lebih hingga sampai pada titik kesempurnaan yang telah “langit” gariskan. Merenungi awal penciptaan manusia dan kejadian yang menyelimutinya adalah pelajaran dasar untuk sampai “kesempurnaan” sesungguhnya Sebab sesuatu yg diciptakaan Yang Maha Sempurna pasti hasil ciptaannya akan “Sempuna”. KalamNya itu membuat heran “penjaga” yang tidak pernah salah dalam berbuat, bahkan berbuat benarpun tdk tahu. “Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau ?” (Al-Baqarah 30). Sang Maha Agung lantas memberi tahu rahasia ” Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (Al-Baqarah 30). Ketahui ini, “mereka” yang tidak pernah berbuat salah juga tidak pernah berbuat benar, tidak dosa tidak amal. tidak ada ganjaran, tidak ada surga tidak ada neraka. #Renungan3 Hukum sebab Akibat. #Renungan3

Referensi:

1. Qs. Al-Baqarah 30
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

2. Qs. Al-Maidah 3
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

3. Qs. Al-Baqarah 30
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”

Jika percaya hidup setelah hidup, hitungan “langit rentang hidup di bumi lebih kurang satu setengah jam saja akan menentukan kehidupan sesungguhnya. 1,5 jam saja kita “meluruskan nafsu’untuk jalan di “keabadian”. Tetapi dalam rentang itupulahlah banyak lupa janji ini-> “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi” Al-A’raf:172. Kalimat yg sangat pendek bukan? tapi luasan makna dan pemaknaannya lebihi luasan samudra, (Al-Kahfi 109). Rentang itu pulahlah manusia “membantahNya” dlm sikap & kelakuan yg menerus dilakukan berbekal pembenaran didasarkan nafsi dunia. Hingga tak sadar menyekutukan Tuhan dgn “dirinyaSendiri”, dgn waktu, dgn harta, dgn anak, dgn “segala” dijadikan lebih penting dariNya, buahnya kekhawatiran2 yg tak pernah berujungnya di bumi ini. Camkan ini, “Keakuan adalah nenek moyang segala dosa berwujud kesombongan, ” ana khairun minkum” kata Iblis. Teriakan Iblis itu di adposi Manusia jadi penyekutuan “dirisendiri” dgn Tuhan yg bertransformasi secara halus kpd keegoan akan harta, anak dan segala bentuk ditampakkan indah di bumi manusia, mata buta dan tuli krn hati tertutup dgn keindahan sesungguhnya, “”Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”” (Al-Kahfi 110). Ingat, Suatu ketika akan sampai di penghakiman “Langit” Sia-sia perbuatannya di dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik2nya (Al-Kahfi 104), demikianlah setertipu paling “sadis” krn tdk ada lagi tempat kembali. #Renungan2

__________________________________________

Referensi:

1. (QS: Al-A’raf Ayat: 172)

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”

2. (QS: Al-Kahfi Ayat: 109)

قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.

3. (QS. Al Baqarah :34)

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia Termasuk golongan orang-orang yang kafir.

4. (QS. Al A’raf ayat 11-13)

وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.

(QS: Al-A’raf Ayat: 11)

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.

(QS: Al-A’raf Ayat: 12)

قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ

Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.

(QS: Al-A’raf Ayat: 13)

5. (QS.Shaad ayat 71-78)

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”.

(QS: Shaad Ayat: 71)

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.

(QS: Shaad Ayat: 72)

فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ

Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya,

(QS: Shaad Ayat: 73)

إِلَّا إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.

(QS: Shaad Ayat: 74)

قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ ۖ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ

Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”.

(QS: Shaad Ayat: 75)

قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ ۖ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”.

(QS: Shaad Ayat: 76)

6. (QS: Al-Kahfi Ayat: 110)

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.

7. (QS: Al-Kahfi Ayat: 104)

الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

Dan bukankah hidup manusia dibumi begitu singkat? Hanya di batasi 2 ayat, dimulai dengan Al-A’raf 172 pasti akan diakhiri dgn Al-Waqi’ah 83. Dengan angka harapan hidup dunia saat ini, 66.57 tahun (64,52 tahun untuk laki-laki dan 68,76 untuk perempuan), Begitulah rata-rata kisaran umur manusia menurut penelitian 2009, Rentang waktu yang sangat singkat. Dan Jika melihat As-Sajadah 5, perbandingan umur manusia itu kurang lebih 1,5 Jam dalam perhitungan “Langit”. *Renungan1

 

_______________________________________________

Referensi:

 1. (QS: Al-A’raf Ayat: 172)

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”

 2. (QS: Al-Waaqi’ah Ayat: 83)

 فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ

Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,

3. (QS: As-Sajdah Ayat: 5)

 يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu

 

Catatan:

Angka harapan hidup: http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_angka_harapan_hidup

 

 

 

 

 

Semalam di Mapinanang Mentawai

Posted: March 20, 2011 in avonturir

Read the rest of this entry »